Okultasi Venus Bulan ini terjadi dimana saat Bulan menghalangi planet maupun Bintang. Okultasi ini dapat terjadi setiap tahunnya pada planet Merkurius, Venus, dan Mars.
Namun, pada planet Jupiter akan terjadi 3 tahun sekali, Saturnus 2-5 tahun sekali, serta Uranus dan Neptunus 6-10 tahun sekali, Planet-planet yang terlihat berurutan dari yang terendah hingga tertinggi di cakrawala adalah Merkurius, diikuti oleh Jupiter dan Venus.
Setelah Venus, bantuan teleskop diperlukan untuk melihat Uranus, yang kemudian diikuti oleh Bulan, yang berukuran kecil dan tidak menghalangi pandangan. Setelah Bulan, jauh lebih tinggi di langit, akan terlihat titik terang kemerahan yaitu Mars. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah tepat setelah matahari terbenam dari 25 Maret hingga 30 Maret.
Kemudian Jupiter akan menyusul Merkurius dalam posisi semu dan garis virtualnya akan sedikit berantakan. Lalu, apakah fenomena ini masih akan terus berlangsung.
Planet-planet tersebut masih akan terlihat selama beberapa hari setelahnya, sampai Jupiter tenggelam dalam silau Matahari di sekitar. Untuk mengamati fenomena alam ini, lebih disarankan untuk mengintai melalui situs pengamatan atau menggunakan bantuan teleskop agar terlihat lebih jelas. Dikutip dari Space, setelah Matahari terbenam, peluang terbaiknya berada di sepanjang ufuk barat. Dua planet pertama akan bersinar cemerlang, yakni Merkurius akan bersinar dengan magnitudo -1,4.
Ini hanya sedikit lebih redup dari Sirius, bintang paling terang di langit. Sementara Jupiter akan tampak lebih mempesona pada magnitudo -2,1, dua kali lebih terang dari Merkurius. Merkurius akan berada di sebelah kanan Jupiter yang lebih terang dan hanya terpisah 1,3 derajat.
Menurut Peneliti Antariksa BRIN, Andi Pangerang, seperti dikutip dari situs Edukasi Sains Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), okultasi adalah fenomena langit saat objek langit berjarak lebih dekat dari Bumi menghalangi objek langit berjarak lebih jauh dari Bumi.
Objek langit yang menghalangi objek langit lainnya memiliki lebar sudut yang lebih besar dibandingkan dengan objek yang dihalangi.
Kondisi ini berlawanan dengan transit di mana lebar sudut objek langit yang menghalangi objek yang lebih kecil dibandingkan objek langit yang menghalangi. Ada tiga okultasi, yakni okultasi solar, okultasi lunar dan okultasi planeter.
Malam ini, fenomena langit yang terjadi adalah okultasi lunar, Venus dan Bulan. Okultasi ini terjadi saat Bulan menghalangi planet maupun bintang. Fenomena okultasi Lunar yang dapat terjadi setiap tahun, yakni antara Merkurius, Venus dan Mars. Okultasi bulan dengan Jupiter biasa terjadi setiap tiga tahun sekali, Saturnus setiap 2-5 tahun sekali, serta Uranus dan Neptunus akan berjarak dekat dengan Bulan 6-10 tahun sekali.
1. Mengenal fenomena langit okultasi
Menurut Andi, okultasi dibagi menjadi tiga, yakni Okultasi Solar, Okultasi Lunar dan Okultasi Planeter. Fenomena okultasi Solar terjadi saat Matahari menghalangi planet maupun bintang. Fenomena okultasi solar terjadi saat fase konjungsi solar atau konjungsi Matahari.
Fenomena langit ini sangat langka karena orbit planet yang memiliki kemiringan atau inklinasi berbeda-beda terhadap orbit Bumi. Sementara Okultasi Planeter, merupakan fenomena yang jarang terjadi. Andi menjelaskan bahwa dalam rentang tahun 1700-2200 hanya terjadi 18 kali dengan 9 kali okultasi dan 9 kali transit. Jarak antar dua okultasi Planeter berturut-turut yang terjadi dalam rentang waktu singkat terjadi selama enam tahun yakni pada tahun 1702-1708 dan terlama 274 tahun yakni pada tahun 1818, dan mungkin akan kembali terjadi pada tahun 2065. Kendati demikian, fenomena langit yakni okultasi tidak selalu sama di belahan bumi ini. Kemungkinan okultasi Lunar untuk planet-planet Jovian, kata Andi, dapat terjadi sekali seumur hidup untuk lokasi yang sama.
Sementara itu, fenomena okultasi Lunar yang terjadi malam ini, antara Venus dan Bulan malam ini menghiasi langit malam di Indonesia. Dapat diamati di seluruh Indonesia, terutama di Kalimantan Utara, seperti Tarakan, Malinau dan Nunukan.
fenomena ini juga terlihat di beberapa wilayah yang ada di Indonesia, bahkan munculnya Bulan sabit sejajar dengan Venus seketika viral di media sosial. Momen ini dapat di saksikan jelas dengan mata telanjang. Pantauan Kompas.com, Bulan sabit sejajar dengan Venus terlihat sejak 18. 45 WIB di langit Batam.
Sontak pemandangan ini membuat warga terkesima.
“Subhanallah, indah kali bulan sabit malam ini, seperti ada titik di atasnya,” kata Ghita yang terkagum-kagum.
Seperti diketahui, pada 25 Maret 2023 terjadi fenomena langka, yakni sejajarnya lima planet, bahkan empat dari lima planet tersebut bisa terlihat tanpa bantuan teleskop. Planet-planet yang terlihat berurutan dari yang terendah hingga tertinggi di cakrawala adalah Merkurius, diikuti oleh Jupiter dan Venus.
Setelah Venus, bantuan teleskop diperlukan untuk melihat Uranus, yang kemudian diikuti oleh Bulan, yang berukuran kecil dan tidak menghalangi pandangan. Setelah Bulan, jauh lebih tinggi di langit, akan terlihat titik terang kemerahan yaitu Mars. Waktu terbaik untuk melihatnya adalah tepat setelah matahari terbenam dari 25 Maret hingga 30 Maret. Kemudian Jupiter akan menyusul Merkurius dalam posisi semu dan garis virtualnya akan sedikit berantakan.
Namun planet-planet tersebut masih akan terlihat selama beberapa hari setelahnya, sampai Jupiter tenggelam dalam silau Matahari di sekitar. Untuk mengamati fenomena alam ini, lebih disarankan untuk mengintai melalui situs pengamatan atau menggunakan bantuan teleskop agar terlihat lebih jelas. Dikutip dari Space, setelah Matahari terbenam, peluang terbaiknya berada di sepanjang ufuk barat. Dua planet pertama akan bersinar cemerlang, yakni Merkurius akan bersinar dengan magnitudo -1,4. Sementara Jupiter akan tampak lebih mempesona pada magnitudo -2,1, dua kali lebih terang dari Merkurius. Merkurius akan berada di sebelah kanan Jupiter yang lebih terang dan hanya terpisah 1,3 derajat.
Komentar
Posting Komentar