Langsung ke konten utama

Tanda-Tanda Jodoh Menurut Islam

    Terdapat beberapa tanda-tanda jodoh yang dapat diamati. Jodoh merupakan salah satu misteri dari Allah SWT yang sebenarnya tak ada satu pun manusia yang mengetahuinya.

    Kendati demikian, bukan suatu hal yang mustahil bagi seseorang untuk lantas mengetahui dan yakin dengan lawan jenisnya sebagai jodoh yang telah ditetapkan Allah SWT. Sebab, setiap manusia di muka bumi ini telah ditentukan untuk berpasangan. Sebagaimana dalam QS. Ar-Rum: 21 yang berbunyi sebagai berikut,

"Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, agar kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir." (QS. Ar-Rum: 21).

     Apabila tanda-tanda jodoh tersebut sudah terlihat di antara lawan jenis, maka alangkah baiknya bagi seseorang untuk segera memantapkan hati dan melangkah menuju tahapan pernikahan. Allah SWT pun menjanjikan rejeki yang cukup bagi kedua calon mempelai jika bersungguh-sungguh untuk menikah. Hal itu pun selayaknya disebut dalam firman Allah yang berbunyi sebagai berikut,

"Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (kawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya." (QS. an-Nur: 33).

  Lantas, apa saja tanda-tanda jodoh yang telah mendekat kepada kita menurut Islam tersebut? Dan bagaimana pula doa bagi seseorang untuk senantiasa segera didekatkan dengan jodohnya? Melansir dari berbagai sumber, Selasa (26/10/2021), berikut ulasan selengkapnya.

A. Tanda-Tanda Jodoh Mulai Mendekat

   Melansir dari laman NU, Allah telah memberikan gambaran dan tanda-tanda jika seorang lawan jenis dari kita merupakan sosok jodoh yang telah digariskan. Beberapa tanda-tanda jodoh menurut Islam tersebut antara lain sebagai berikut,


1. Memiliki Kesepadanan dan Kesamaan

  Tanda-tanda jodoh menurut Islam yang pertama adalah adanya nilai kesepadanan dan kesamaan dari masing-masing pihak. Biasanya, hal ini ditandai dengan kesamaan sifat, karakter, hingga situasi dari pihak wanita maupun laki-laki. Adapun firman Allah yang menyatakan tanda-tanda jodoh tersebut yakni sebagai berikut,

"Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula)." (QS an-Nur: 26)


2. Diterima Kedua Keluarga

  Kedua, tanda-tanda jodoh menurut Islam adalah terdapat izin dari keluarga. Hal itu lantaran pernikahan tidak hanya menyatukan dua insan saja, melainkan juga dua keluarga besar dari pihak wanita dan laki-laki.

  Sehingga, izin dari keluarga merupakan hal mutlak yang harus diperoleh sebelum meminang pujaan hati. Adapun isyarat tersebut tertuang dalam firman Allah yang berbunyi,

"Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu, 'Kembali (saja)lah,' maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS asy-Syura: 11)


3. Memberikan Kesejukan dan Kecenderungan Hati

  Tanda-tanda jodoh yang berikutnya adalah adanya rasa dan kemantapan hati untuk membangun rumah tangga bersama orang tersebut. Selain itu, jodoh akan senantiasa memberikan kita kesejukan dan kedamaian saat berada di sampingnya.

   Ketenangan hati tersebut merupakan pondasi yang kuat untuk membentuk sebuah keluarga. Adapun bunyi dari firman tersebut yakni sebagai berikut,

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa." (QS al-Furqan: 74).

4. Pintu Rezeki Terbuka Lebar

  Tanda-tanda jodoh menurut Islam yang berikutnya adalah munculnya berbagai pintu rezeki yang tak terduga. Jika Allah telah mempertemukan dua insan untuk saling mengasihi, maka akan diberikan rejeki yang terbuka lebar bagi mereka untuk membangun rumah tangga. Berikut bunyinya,

"Allah menjadikan bagi kamu istri-istri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari istri-istri kamu itu, anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezeki dari yang baik-baik." (QS an-Nahl [16]: 72)

B. Doa Meminta Didekatkan dengan Jodoh

   Di dalam kitab suci Alquran, tanda-tanda jodoh tersebut dapat semakin jelas kita senantiasa berdoa kepada Allah SWT. Beberapa di antaranya, doa tersebut ditemui dalam firman Allah. Berikut bacaan doanya yang dapat dibaca untuk segera dipertemukan dengan jodoh.


1. Doa Meminta Jodoh

"Rabbanaa hab lanaa min azwaajinaa wa zurriyyatinaa qurrota a’yun." (QS. al-Furqan: 74)

Artinya:

"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan dan keturunan dari kalangan kami sebagai penenang hati."


2. Doa Meminta Jodoh yang Baik dan Cocok

  Selain itu, doa yang satu ini juga dapat diamalkan secara rutin agar segera dipertemukan dengan jodoh yang baik dan cocok bagi kita.

"Rabbbi, innî limâ anzalta ilayya min khairin faqîr". (QS. al-Qashas: 24)


3. Doa Meminta Jodoh Bagi Wanita

  Setiap wanita pasti menginginkan jodoh dan imam yang baik serta salih untuk memimpin keluarganya kelak. Hal itu dapat dipanjatkan melalui doa sebagai berikut,

"Robbi hablii milladunka zaujan thoyyiban, wayakuuna shoohiban, lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh."

Artinya:

"Ya Rob, berikanlah kepadaku suami yang terbaik dari sisi-Mu, suami yang juga menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."


4. Doa Meminta Jodoh Bagi Laki-laki

Begitu pula dengan laki-laki. Semua laki-laki pasti menginginkan wanita salihah yang baik, lembut, penuh kasih sayang untuk mengiringi rumah tangga. Berikut doanya,

"Robbi hablii milladunka zaujatan thoyyibah akhtubuhaa wa atazawwaju biha watakunu shoohibatan lii fiddiini waddunyaa wal aakhiroh."

Artinya:

"Ya Robb, berikanlah kepadaku istri yang terbaik dari sisi-Mu, istri yang aku lamar dan nikahi dan istri yang menjadi sahabatku dalam urusan agama, urusan dunia dan akhirat."

C. Menjemput Jodoh dalam Islam

   Allah berfirman dalam surat Az-Zariyat ayat 49 yang berbunyi : وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

Wa ming kulli syai`in khalaqnā zaujaini la'allakum tażakkarụn. “Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan agar kamu mengingat (kebesaran Allah).”

   Menurut Pakar Tafsir Alquran, Prof. M. Quraish Shihab, maksud dari ayat tersebut Allah telah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan, termasuk manusia. Hanya saja pada manusia, ada jodoh yang sudah ditetapkan Allah dan tidak bisa berubah. Manusia diberi kebebasan terbatas, tidak seperti daun yang terhembus angin dan dapat dibawa pergi kemana pun.

“Manusia tidak bebas sepenuhnya, alangkah banyaknya yang kita tidak minta atau harapkan, kita bisa memperoleh. Dan alangkah banyaknya yang kita minta kita tidak memperoleh,” kata Quraish Shihab dalam video bertajuk Tanda-Tanda Jodoh Sudah Dekat di kanal Youtube Najwa Shihab.

  Menurut pandangan mayoritas ulama, manusia memiliki kemampuan untuk berusaha yang nantinya hasil usahanya akan ditentukan oleh Allah. Dalam konteks jodoh, manusia harus menjemput jodoh dalam berbagai cara. Salah satu cara yang paling mudah dengan berdoa kepada Allah.

“Ya Allah semoga apa yang saya kehendaki kamu restui. Jadi usaha mencari jodoh, jangan tidak usaha. Siapa tahu Allah menetapkan bahwa orang ini akan diberi jodoh kalau dia berusaha,” ujar dia.

   Jodoh yang diusahakan pun kata dia caranya bisa menjadi mudah atau susah. Bisa saja tanpa usaha jodoh datang dan bisa harus berusaha keras agar jodoh datang. Ini sama halnya dengan rezeki.

“Rezeki itu apa yang anda peroleh dan manfaatkan, nah jodoh juga seperti itu. Harus diusahakan, jangan dikaitkan sulit atau tidaknya dengan kebahagiaan atau tidak bahagianya seseorang,” kata dia.

   Yang perlu diperhatikan selama berusaha mencari jodoh adalah dosa. Sebab, dosa dapat menghambat datangnya jodoh. Orang berdosa adalah orang yang jauh dari Allah sedangkan keinginan untuk bertemu jodoh dapat diperoleh dengan kedekatan kepada Allah.  

  Lebih lanjut, Quraish mengatakan jodoh dapat diketahui sudah dekat jika hati bergetar. Dia menggambarnya dengan penjelasan, jika melihat seorang wanita, akal bekerja dan hati bekerja. Akal bisa salah dan akal punya pertimbangan berbeda dengan pertimbangan hati. Tidak ada seorang pun yang luput dari kekurangan yang tidak bisa terjangkau oleh akal.

“Kalau seorang Muslim sudah menyukai orang pilihannya, jangan bertanya kepada akal. Karena jika bertanya kepada akal, pasti ada kekurangan. Tanyalah kepada hati anda. Jika hati bergerak, ketika itu carikan pembenaran untuk akal anda. Apalagi pernikahan diharapkan ada sakinah, mawaddah, dan rahmah yang semua itu berkaitan dengan hati,” kata dia.


D. Cara Memilih Calon Suami Menurut Islam

    Membangun rumah tangga bukanlah sebuah hal yang mudah. Begitu pula dalam memilih calon suami atau calon istri.

    Ada beberapa hal yang bisa menjadi pertimbangan. Pertimbangan-pertimbangan ini dilakukan untuk memilih pasangan hidup yang akan membersamai seumur hidup.

   Pasalnya, sekali saja salah pilih calon suami, wanita bisa menyesal seumur hidupnya. Islam juga memiliki pandangan mengenai hal ini. Dengan begitu, seorang wanita bisa menentukan calon suami terbaik baginya.


1. Dahulukan Agamanya

         Banyak faktor kenapa kita memilih seseorang untuk menjadi pasangan hidup kita. Bisa jadi karena fisiknya, keluarganya, atau profesinya.

               Namun pilihlah seseorang yang mencintai Allah. Dengan begitu, ia akan mendahulukan agamanya dalam setiap keputusan.

    Setiap sayangnya pada istri karena dasar kecintaannya kepada Allah, dalam marah dan bencinya karena sesuatu yang dilarang oleh Allah.


2. Sekufu

   Sekufu di sini maksudnya adalah setara dalam berbagai hal. Baik dalam pendidikan, nasab, pekerjaan, visi dan misi, dan lain sebagainya.


3.Sudah Memiliki Penghasilan

    Tidak harus kaya raya, tapi bekerja menghasilkan uang dengan cara yang halal. Bisa jadi sebagai karyawan atau pebisnis.

    Sebuah hadist Nabi mengatakan bahwasanya "wajib bagi kalian (para suami) memberikan rezeki (makanan) dan pakaian dengan ma’ruf kepada mereka (para istri)" - Hadist Riwayat Muslim.

    Yakinlah setelah menikah, Allah akan mencukupkan rezeki dan apa-apa yang kita butuhkan tanpa kita sadari.


4. Mau Berjuang


    Seorang suami adalah pemimpin, ia akan bertanggung jawab atas setiap hal yang terjadi pada keluarganya.

   Maka pillihlah calon suami yang memiliki semangat berjuang dan memperbaiki diri terus menerus.


D. Boleh Cari yang Rupawan

    Untuk kamu yang muslim, pasti sudah tahu dong, kalau menikah adalah sesuatu hal yang disunnahkan. Disunnahkan berarti menikah adalah hal baik yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Di luar itu semua, pernikahan adalah sesuatu yang diidamkan oleh banyak orang.

   Pernikahan memang tidak diwajibkan, tapi dalam Islam, menikah adalah salah satu bentuk ibadah. Beberapa tujuan menikah dalam Islam yaitu, menambah keturunan dan menjauhkan diri dari zina yang notabenenya sangat dilarang oleh Allah SWT. Dalam hal ketaatan kepada Nabi, menikah juga artinya mengikuti sunnah Rasulullah SAW. Maka dari itu, seorang muslim yang sudah siap secara lahir dan batin, dianjurkan untuk menikah. Tentunya harus ada calonnya dong!

   Nabi Muhammad SAW bersabda, "Menikah adalah sunahku, barangsiapa tidak mengamalkan sunahku berarti bukan dari golonganku. Hendaklah kalian menikah, sungguh dengan jumlah kalian aku akan berbanyak-banyakkan umat." (HR Ibnu Majah)

   Dengan mudah orang bisa mengajak kanu menikah. Namun, karena menikah bukanlah perkara sehari dua hari namun seumur hidup, maka kamu tidak boleh memilih pasangan sembarangan. Ujungnya jika kamu salah memilih pasangan, kamu sendiri yang akan tersakiti. Siapa sih orang yang mau tersakiti? tentu tidak ada kan.

  Nah, jika kamu seorang perempuan, maka pilihlah calon suami yang bisa menjadi pemimpin yang baik dan membimbing kita ke jalan Allah SWT. Jika kamu seorang laki-laki, maka pilihlah wanita yang baik dan bisa berkompromi denganmu.

   Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, Nabi bersabda bahwa ada empat kriteria yang menjadi alasan kenapa perempuan dipilih untuk dinikahi.

"Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi." (HR Muslim)

   Kamu bisa menjadikan hadist di atas sebagai rujukan dan bahan pertimbangan untuk memilih pasangan hidup.


1. Harta atau Kekayaan

    Kekayaan berupa materi memang sangat menarik untuk kamu jadikan alasan memilih pasangan. Bukannya matre dan menganggap bahwa harta adalah segalanya, namun tak bisa kita pungkiri bahwa harta sangat penting untuk segala lini kehidupan di dunia ini. Jika memiliki harta setidaknya semua kebutuhan dapat terpenuhi.

   Menjadi orang kaya harta akan membuat kamu bahagia di dunia. Meskipun begitu, harta tetap merupakan amanah dari Allah yang bisa saja diambil kapanpun Allah menghendaki. Maka dari itu, selagi harta kamu masih cukup atau bahkan lebih, sisihkanlah untuk bersedekah sebagai bentuk rasa syukur.


2. Nasab atau Keturunan

  Islam menganjurkan penganutnya untuk memiliki keturunan yang baik. Karena itu, sangat penting memperhatikan nasab atau keturunan pasangan. Kamu harus tahu bebet dan bobot keturunan pasanganmu.


3. Paras (Kecantikan atau Ketampanan)

  Kriteria pasanganmu berdasarkan paras dan penampilan? Tidak ada salahnya lho. Karena seseorang yang memiliki paras yang bagus, tentu saja akan memberikan ketenangan untukmu dan wajahnya indah dipandang. Stressmu akan sedikit hilang dengan melihat senyumnya.

   Tapi kamu harus tetap sadar, bahwa kecantikan dan ketampanan pasangan yang kamu idamkan tersebut tidak akan bertahan lama, tidak ada yang menetap dan abadi. Semakin tua pasanganmu, maka parasnya pun akan berubah seiring berjalannya waktu.


4. Agama

   Ini adalah hal yang paling krusial dalam kriteria memilih pasangan ala Nabi. Jika pasangan dengan harta, keturunan dan paras yang baik tidak kamu dapatkan, maka carilah pasangan yang baik agamanya. Orang yang selalu memperhatikan agama dan taat beribadah. Sebab, harta, keturunan dan paras pun tidak menjadi jaminan utama kebahagiaan, namun agama bisa menjadi pedoman yang kokoh dan petunjuk untuk menggapai kebahagiaan yang tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat kelak.

   Ketika ketiga hal di atas tidak bisa kamu dapatkan, carilah pasangan yang selalu memperhatikan agamanya. Sebab, harta, keturunan, paras, bukanlah jaminan suatu kebahagiaan, tapi agama bisa menjadi pegangan yang kokoh untuk menggapai kebahagiaan dunia dan akhirat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sejarah Makam Aulia Di Gorontalo

  A.  Makam Aulia Ta Diyaa Oyibuo     Menurut legenda, Aulia Ta Diyaa Oyibuo adalah seorang penyebar agama Islam di Gorontalo yang berasal dari Mesir. Beliau diyakini memiliki kesaktian luar biasa, seperti mampu terbang dan berpindah tempat dalam sekejap mata. Beliau juga terkenal dengan karomahnya, seperti menyembuhkan orang sakit dan membantu orang yang kesusahan.       Makam tersebut milik seorang wali yang dikenal dengan nama Aulia Ta Diyaa Oyibuo.  Juru kunci makam, Nino Hasan, menceritakan bahwa makam tersebut awalnya hanyalah seperti kuburan pada umumnya.   Hanya berupa gundukan tanah dan batu nisan yang ditutupi kain putih.  Namun, pada tahun 2009 atau 2010, seorang dosen di IAIN Gorontalo berinisiatif untuk memugar makam tersebut.       Dosen tersebut membangun tembok dan pagar di sekeliling makam, sehingga makam tersebut terlihat lebih rapi dan tertata,  Nino telah menjadi juru kunci di makam ...

Peristiwa Isra Mi'raj (27 Rajab tahun ke-10 atau ke-11 kenabian)

 A.  Pengertian Etimologi dan Terminologi: Makna kata "Isra" dan "Mi'raj".      Secara etimologi atau asal-usul kebahasaan, kata Isra berakar dari bahasa Arab sara yang mengandung arti perjalanan di malam hari. Dalam kaidah tata bahasa Arab, penggunaan istilah ini secara spesifik merujuk pada aktivitas berpindah dari satu tempat ke tempat lain yang dilakukan dalam kegelapan malam. Sementara itu, kata Mi’raj secara etimologis berasal dari kata ’araja yang berarti naik atau mendaki. Secara harfiah, Mi’raj bermakna sebagai sebuah tangga, alat, atau sarana yang digunakan untuk membumbung tinggi menuju tempat yang lebih atas.      Secara terminologi atau makna istilah dalam konteks agama Islam, Isra didefinisikan sebagai peristiwa perjalanan luar biasa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW pada sebagian waktu di malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina. Perjalanan yang bersifat horizontal ini ditempuh dalam waktu...

Sejarah G30S/PKI

          G30S/PKI (Gerakan 30 September/Partai Komunis Indonesia) adalah sebuah peristiwa sejarah yang terjadi pada tanggal 30 September hingga 1 Oktober 1965 di Indonesia. Peristiwa ini melibatkan upaya kudeta yang diduga dilakukan oleh sekelompok perwira militer yang berafiliasi dengan Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk menggulingkan pemerintahan saat itu. Dalam peristiwa ini, enam jenderal TNI Angkatan Darat dan beberapa orang lainnya dibunuh.      Pemerintah Orde Baru yang dipimpin oleh Presiden Soeharto menuduh PKI sebagai dalang di balik upaya kudeta tersebut. Akibatnya, terjadi pembantaian besar-besaran terhadap anggota dan simpatisan PKI, serta penahanan tanpa proses hukum terhadap ribuan orang yang diduga terlibat atau berafiliasi dengan PKI. Jumlah korban tewas diperkirakan mencapai ratusan ribu orang.      Peristiwa G30S/PKI menjadi salah satu momen penting dalam sejarah Indonesia karena berdampak besar pada perub...